Hal - Hal Yang Membatalkan Wudhu

1.    Keluar sesuatu dari dua pintu atau dari salah satunya, baik berupa zat ataupun angin, yang biasa ataupun tidak biasa, seperti darah; baik yang keluar itu najis ataupun suci, seperti ulat.
Rasulullah SAW bersabda :
لَايَقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ اَحَدِكُمْ اِذَااَحْدَثَ حَتّٰى يَتَوَضَّأَ- متفق عليه.
“Allah tidak menerima shalat apabila ia berhadas (keluar sesuatu dari salah satu kedua lubang) sebelum ia berwudhu.” (Sepakat ahli hadis)
2.    Hilang akal. Hilang akal karena mabuk atau gila. Demikian pula karena tidur dengan tempat keluar angin yang tidak tertutup. Sedangkan tidur dengan pintu keluar angin yang tertutup, seperti orang tidur dengan duduk yang tetap, tidaklah batal wudunya.
Sabda Rasulullah SAW :
اَلْعَيْنَانِ وِكَاءُالسَّهِ فَاِذَانَامَتِ الْعَيْنَانِ انْطَلَقَ الْوِكَاءُفَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ-رواه أبوداود
“Kedua mata itu tali yang mengikat pintu dubur. Apabila kedua mata tidur, terbukalah ikatan pintu itu. Maka barang siapa yang tidur, hendaklah ia berwudhu.” (Riwayat Abu Dawud)
Adapun tidur dengan duduk yang tetap keadaan badannya, tidak membatalkan wudhu karena tiada timbul sangkaan bahwa ada sesuatu yang keluar darinya.

3.    Bersentuhan kulit laki-laki dan kulit perempuan. Dengan bersentuhan itu batal wudhu yang menyentuh dan yang disentuh, dengan syarat bahwa keduanya sudah sampai umur atau dewasa, dan antara keduanyay bukan “mahram” baik mahram turunan, pertalian persusuan, ataupun mahram perkawinan.
Firman Allah SWT :
اَوْلٰمَسْتُمُ النِّسَٓاءَ- النسٓاء : 43
“Atau kamu telah menyentuh perempuan.” (An-Nisa: 43)
Pendapat tersebut menurut mazhab Syafii.

4.    Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan telapak tangan, baik kemaluan sendiri ataupun kemaluan orang lain, baik kemaluan orang dewasa ataupun kemaluan kanak-kanak.
Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ اُمِّ حِبِيْبَةَ قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَنْ مَسَّ فَرَجْهُ فَلْيَتَوَضَّأْ- رواه ابن ماجه وصححه أحمد
Dari Ummi Habibah. Ia berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah berwudhu’.” (Riwayat Ibnu Majah dan disahkan oleh Ahmad)
Sabda Rasulullah SAW :
عَنْ بُسْرَةَبِنْتِ صَفْوَانَ اَنَّ النَّبِيَّاصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَّ ذَكِرَهُ فَلَايُصَلِّيْ حَتّٰى يَتَوَضَّأُ- رواه الخمسةوقال البخارى هوأصح
Dari Busrah binti Safwan. Sesungguhnya Nabi SAW pernah berkata, “Laki-laki yang menyentuh zakarnya (kemaluannya) janganlah shalat sebelum ia berwudhu.” (Riwayat lima orang ahli hadis. Kata Bukhari hadis ini paling sah dalam hal ini).
Dalam hadis tersebut jelaslah bahwa wudhu batal karena menyentuh kemaluan sendiri, apalagi menyentuh kemaluan orang lain, sebab keadaannya lebih keji dan melanggar kesopanan.

2 comments

postingan yang bermanfaat,semoga bermanfaat juga untuk masyarakat luas.
bila ada waktu kunjungi juga blog saya di http://imaniar.blog.stisitelkom.ac.id/
Terimakasih :)

Balas

Terimakasih atas kunjungannya... Insyaallah....

Balas

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar untuk kemajuan blog ini.